Proses korosi
yang alaminya terjadi
pada komponen utama penggerak industri,
material logam, semakin
penting untuk dapat dikendalikan dan
berbagai usaha dilakukan
antara lain dengan adjustmentpada parameter operasi dan
faktor alam yang terlibat. Proses monitoring korosi atau corrosion monitoring
adalah usaha yang dilakukan untuk
mendeteksi gejala /
proses korosi yang
terjadi dari suatu
sistem dengan tujuan untuk menghindari akibat dari proses korosi. Proses monitoring
dan kontrol terpadu,
untuk memonitor dan bahkan
mengukur ancaman korosi
yang terjadi dilakukan
dengan berbagai tipe mekanisme pelaksanaan dan piranti. Ancaman
korosi yang semakin
meningkat disebabkan oleh dua faktor
utama, yaitu yang pertama adalah terkait dengan umur
fasilitas dan perubahan karakteristik fluida terproduksi,
faktor yang kedua
adalah fenomena dimana
sumur – sumur gas yang sedang dikembangkan mengandung ikutan
yang berupa gas korosif (CO2
dan H2S) yang
jumlahnya relatif besar
dan sangat berpengaruh dalam
menimbulkan kegagalan akibat korosi. Untuk
menghadapi ancaman korosi,
umumnya dilakukan proses monitoring dan kontrol yang terpadu.
Proses monitoring korosi merupakan aktivitas untuk
Blog ini berisikan artikel yang berhubungan dengan dunia teknik, materi kuliah, dan yang lainnya......
Rabu, 16 Oktober 2013
KOROSI (Pengkaratan)
Korosi atau karat adalah proses perusakan logam/paduan yang ditandai dengan
hilangnya sifat-sifat semula yang disebabkan oleh pengaruh reaksi dengan lingkungannya.
Yang oleh NACE didefinisikan sebagai “Corrosion is the deterioration of a substance (usually
a metal) or its properties because of a reaction with its environment”. Pada umumnya korosi
yang terjadi diindustri oil & gas disebabkan adanya media penghubung yaitu elektrolit seperti
air dengan media peng-korosi yang berupa impuritus-impuritus seperti O2,CO2,H2S yang
terbawa dalam fluida minyak,gas dan air. Untuk mengetahui lebih jelas perihal korosi,disini
dijelaskan beberapa bentuk korosi yang umum terjadi diindustri oil dan gas.
Bentuk Korosi
Korosi Merata (General corrosion)
Korosi Setempat (Local corrosion)
A.Makroskopik:
Galvanis
Celah
Sumuran
Erosi
Selektif
Kavitasi
B.Mikroskopik
Intergranular
Stress corrosion cracking
Hidrogen induced cracking
Sulphate reduction bacteria
Fatigue corrosion
Minggu, 09 Juni 2013
Kandungan Keramik dan Proses Pembuatannya
postingan ini berisi tentang kandungan keramik dan juga beberapa proses pembuatan keramik yang berhubungan dengan posting terdahulu tentang Tugas Keramik......... Semoga bermanfaat.....
A. Bahan-Bahan dasar Keramik
Pada dasarnya bahan baku (dasar ) keramik dapat dikelompokkan menjadi
1. Bahan Plastis
Bahan ini berupa tanah liat dengan kandungan mineral dan tambahan yang
berasal dari endapan kotoran. Mineral ini berupa silikat, magnesium, besi,
bersifat kapur dan alkalis.
2. Bahan pelebur
Bahan ini berupa feldspar dengan kandungan alumina silkat alkali beraneka
ragam yang terdiri dari:

3. Bahan penghilang lemak
A. Bahan-Bahan dasar Keramik
Pada dasarnya bahan baku (dasar ) keramik dapat dikelompokkan menjadi
1. Bahan Plastis
Bahan ini berupa tanah liat dengan kandungan mineral dan tambahan yang
berasal dari endapan kotoran. Mineral ini berupa silikat, magnesium, besi,
bersifat kapur dan alkalis.
2. Bahan pelebur
Bahan ini berupa feldspar dengan kandungan alumina silkat alkali beraneka
ragam yang terdiri dari:
3. Bahan penghilang lemak
Klasifikasi Keramik
Posting kali ini berkaitan dengan posting Tugas Keramik yang sudah saya poskan terlebih dahulu, dan pada postingan kali ini saya akan membahas tentang tugas no.1 yaitu tentang klasifikasi keramik... Semoga bermanfaat..
Pengertian Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, tembikar dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan
logam dan anorganik yang berbentuk padat (Yusuf, 1998:2). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keramik memiliki arti barang-barang yang terbuat dari tanah liat, dicampur dengan bahan-bahan lain dan kemudian dibakar barang tembikar (porselen).Pada umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball, clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Disamping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku.
- Klasifikasi Keramik
Pengertian Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, tembikar dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan
logam dan anorganik yang berbentuk padat (Yusuf, 1998:2). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keramik memiliki arti barang-barang yang terbuat dari tanah liat, dicampur dengan bahan-bahan lain dan kemudian dibakar barang tembikar (porselen).Pada umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball, clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Disamping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku.
- Klasifikasi Keramik
Jumat, 07 Juni 2013
Tugas Mata kuliah Keramik
1. sebut dan jelaskan klasifikasi keramik?
2. sebut dan jelaskan kandungan material keramik dan proses pembuatannya?
3. bahan baku keramik modern?
4. proses produksi keramik (elemen pemanas)?
5. proses produksi keramik pada turbin?
6. proses produksi keramik kaca?
7. sifat-sifat keramik:
a. kimia,
b. mekanik,
c. fisika,
d. elektrik,
e. magnetik,
f.panas,
g. dst....
2. sebut dan jelaskan kandungan material keramik dan proses pembuatannya?
3. bahan baku keramik modern?
4. proses produksi keramik (elemen pemanas)?
5. proses produksi keramik pada turbin?
6. proses produksi keramik kaca?
7. sifat-sifat keramik:
a. kimia,
b. mekanik,
c. fisika,
d. elektrik,
e. magnetik,
f.panas,
g. dst....
Mulai Menulis
Tulisan ini adalah tulisan pertama sejak blog ini dibuat, jadi mohon bantuan dari temen'' buat ngasih saran ama masukannya......
Langganan:
Postingan (Atom)