Rabu, 16 Oktober 2013

CORROSION MONITORING




Proses  korosi  yang  alaminya  terjadi  pada  komponen  utama penggerak  industri,  material  logam,  semakin  penting  untuk  dapat dikendalikan  dan  berbagai  usaha  dilakukan  antara  lain  dengan adjustmentpada parameter operasi dan faktor alam yang terlibat. Proses monitoring korosi atau corrosion monitoring adalah usaha yang dilakukan untuk  mendeteksi  gejala  /  proses  korosi  yang  terjadi  dari  suatu  sistem dengan tujuan untuk menghindari akibat dari proses korosi. Proses  monitoring  dan  kontrol  terpadu,  untuk  memonitor  dan bahkan  mengukur  ancaman  korosi  yang  terjadi  dilakukan  dengan berbagai tipe mekanisme pelaksanaan dan piranti.  Ancaman  korosi yang semakin  meningkat  disebabkan  oleh  dua  faktor  utama,  yaitu  yang pertama adalah terkait dengan umur fasilitas dan  perubahan karakteristik fluida  terproduksi,  faktor  yang  kedua  adalah  fenomena  dimana  sumur  – sumur gas  yang sedang dikembangkan mengandung ikutan yang berupa gas  korosif  (CO2  dan  H2S)  yang  jumlahnya  relatif  besar  dan  sangat berpengaruh dalam menimbulkan kegagalan akibat korosi. Untuk  menghadapi  ancaman  korosi,  umumnya  dilakukan  proses monitoring dan kontrol yang terpadu. Proses monitoring korosi merupakan aktivitas untuk

KOROSI (Pengkaratan)


Korosi  atau  karat  adalah   proses  perusakan  logam/paduan  yang  ditandai  dengan
hilangnya sifat-sifat semula yang disebabkan oleh pengaruh reaksi dengan lingkungannya.
Yang oleh NACE didefinisikan sebagai “Corrosion is the deterioration of a substance (usually
a metal) or its properties because of a reaction with its environment”. Pada umumnya korosi
yang terjadi diindustri oil & gas disebabkan adanya media penghubung yaitu elektrolit seperti
air dengan media peng-korosi  yang  berupa  impuritus-impuritus seperti O2,CO2,H2S  yang
terbawa dalam fluida minyak,gas dan air. Untuk mengetahui lebih jelas perihal korosi,disini
dijelaskan beberapa bentuk korosi yang umum terjadi diindustri oil dan gas.

Bentuk Korosi
Korosi Merata (General corrosion)
Korosi Setempat (Local corrosion)

A.Makroskopik:
Galvanis
Celah
Sumuran
Erosi
Selektif
Kavitasi

B.Mikroskopik
Intergranular
Stress corrosion cracking
Hidrogen induced cracking
Sulphate reduction bacteria
Fatigue corrosion

Minggu, 09 Juni 2013

Kandungan Keramik dan Proses Pembuatannya

postingan ini berisi tentang kandungan keramik dan juga beberapa proses pembuatan keramik yang berhubungan dengan posting terdahulu tentang Tugas Keramik......... Semoga bermanfaat.....

A. Bahan-Bahan dasar Keramik
Pada dasarnya bahan baku (dasar ) keramik dapat dikelompokkan menjadi

1.  Bahan Plastis
Bahan ini berupa tanah liat dengan kandungan mineral dan tambahan yang
berasal dari endapan kotoran. Mineral ini berupa silikat, magnesium, besi,
bersifat kapur dan alkalis.

2.  Bahan pelebur
Bahan ini berupa feldspar dengan kandungan alumina silkat alkali beraneka
ragam yang terdiri dari:


3.  Bahan penghilang lemak

Klasifikasi Keramik

Posting kali ini berkaitan dengan posting Tugas Keramik yang sudah saya poskan terlebih dahulu, dan pada postingan kali ini saya akan membahas tentang tugas no.1 yaitu tentang klasifikasi keramik...  Semoga bermanfaat..


Pengertian Keramik
Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar seperti gerabah, genteng, tembikar dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan
logam dan anorganik yang berbentuk padat (Yusuf, 1998:2). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia keramik memiliki arti barang-barang yang terbuat dari tanah liat, dicampur dengan bahan-bahan lain dan kemudian dibakar barang tembikar (porselen).Pada umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball, clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh
struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit elektron-elektron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Disamping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku.

- Klasifikasi Keramik

Jumat, 07 Juni 2013

Tugas Mata kuliah Keramik

1. sebut dan jelaskan klasifikasi keramik?
2. sebut dan jelaskan kandungan material keramik dan proses pembuatannya?
3. bahan baku keramik modern?
4. proses produksi keramik (elemen pemanas)?
5. proses produksi keramik pada turbin?

6. proses produksi keramik kaca?
7. sifat-sifat keramik:

    a. kimia, 
    b. mekanik, 
    c. fisika, 
    d. elektrik, 
    e. magnetik, 
    f.panas,
    g. dst....

Mulai Menulis

Tulisan ini adalah tulisan pertama sejak blog ini dibuat, jadi mohon bantuan dari temen'' buat ngasih saran ama masukannya......